
Editor: Muridan S. Widjojo, Mashudi Noorsalim.
viii + 222 hlm.; 14,8 x 21 cm
Publisher: LIPI Press, anggota Ikapi, Jl. Gondangdia Lama 39, Menteng, Jakarta 10350, Telp. (021) 314 0228, 314 6942. Fax. (021) 314 4591. Email: press@mail.lipi.go.id, lipipress@centrin.net.id, bmrlipi@centrin.net.id
Orde Baru sebagai suatu sistem politik formal sudah berakhir ketika Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. Pada tataran praktik sosial dan politik keberadaannya berdifat fragmentis namun masih omnipresent secara politik dan ekonomi. Di kalangan politik elit para pelakunya masih relatif dominan. Posisi tawar mereka masih kuat dan menelusup ke dalam relung-relung kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Dalam perspektif politik bahasa, meskipun tidak lagi dominan, disposisi ideologisnya masih kuat.
Buku ini ditulis setelah 30 tahun kekuasaan dan 2 tahun tumbangnya Orde Baru. Oleh karena itu relatif mudah bagi penulis untuk melacak praktik bahasa yang pernah dijalankan dan perlawanan yang muncul karenanya. Dari studi ini barangkali dapat dilihat bahwa secara umum dapat dikatakan bahwa bahasa bukanlah sebagai medium komunikasi yang netral. Makna-makna bahasa yang digunakan di dalam negara dan masyarakat terkait dengan ruang dan waktu suatu kekuasaan.
Buku ini pada awalnya merupakan hasil penelitian tim "Kebijakan Kebudayaan Orde Baru" yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB-LIPI) dan disponsori oleh The Ford Foundation. Penelitian dan penulisan dilakukan sejak 2000 hingga 2001. Di dalam proses penerbitan hasil laporan ini dilakukan sejumlah penambahan dan pengurangan.
Keterangan:
Untuk memperoleh buku ini dapat menghubungi:
Pusat Penelitian Politik - LIPI
Widya Graha Lt. 11
Jl. Jend. Gatot Subroto 10, Jakarta 12710
Telp. 021-5207118
Fax. 021-5207118