
Pemimpin Umum: Wakil Kepala LIPI. Wakil Pemimpin Umum: Sekretaris Utama LIPI. Pemimpin Redaksi: Kepala BKPI. Wakil Pemimpin Redaksi: Dra. Oemi Atiyah, M.M. Sekretaris Redaksi: Heni Rosmawati, S.Si., M.Si. Pemimpin Produksi: Dra. Sarwintyas Prahastuti. Redaktur: Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A., Drs. Dwi Purwoko, M.Si., APU., Ken Trisno, S.E., M.M., Dra. Till Pardede, Dra. Kasih Rahayu. Staf Redaksi: Dwie Irmawaty Gultom, M.Si, Dewi Nuryaningsih, B.A., Soeparno, S.Sos, Uus Nandang Iskandar, Dyah Rachmawati, A.Md. Editor Bahasa: Nanik Supriyanti, S.S. Desain Sampul:Junaedi Mulawardana, A.Md. Distribusi/Sirkulasi: Dwi Wiyanti, Sri Hustanti. Nara sumber: Drs. Rusdi Muschtar, M.A., APU
Alamat Redaksi: Bagian Hubungan Masyarakat, Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek (BKPI) – LIPI, Widya Graha lt.3, Jl. Jend Gatot Subroto No.10, Jakarta Selatan – Indonesia, Telp. (021) 5251542 ext. 600, Telp./fax. (021) 5221683. Email: murti@lipi.go.id
Penerbit: LIPI Press, anggota Ikapi, Jl. Gondangdia Lama 39, Menteng, Jakarta 10350, Telp. (021) 314 0228, 314 6942. Fax. (021) 314 4591, Email: press@mail.lipi.go.id, lipipress@centrin.net.id; bmrlipi@centrin.net.id
Daftar Isi
Minoritas Di Tengah Mayoritas: Interaksi Sosial Katolik Dan Islam Di Kota Palembang
Reslawati
Ketika masyarakat dapat berpegangan tangan untuk membangun suatu kebersamaan dalam keberbedaan, hidup berdampingan secara rukun dan damai sebagai suatu komunitas sosial, melakukan interaksi komunal yang efektif, maka masyarakat dapat menjadikan perbedaan sebagai suatu kekuatan baru dalam membangun kehidupan yang harmonis. Dalam masyarakat plural seperti Indonesia, sikap toleransi hidup rukun beragama sangatlah diperlukan untuk meningkatkan rasa persaudaraan, persatuan, dan kesatuan. Bila sikap toleransi yang muncul tidak dilandasi nilai-nilai yang lahir atas kesadaran yang tulus, maka dapat menjadi bom waktu di kemudian hari. Dalam masyarakat plural, isu-isu etnik, ras, dan agama sangat rentan dan paling mudah menjadi pemicu munculnya saling curiga-mencurigai (prasangka), saling tidak percaya, dan bahkan saling tuduh-menuduh satu sama lain. Agar tidak terjadi konflik dan ketegangan sosial, maka perlu ada sikap pluralisme dalam masyarakat.
Manajemen Komunikasi Dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Sumber Daya Manusia Di Radio Siaran Swasta (Analisis tentang Kegiatan Manajemen Komunikasi di Radio Siaran Swasta (RSS) Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya)
Dewi K. Soedarsono MS
The last five years, growth of radio companies has been very fast and has reached the number of 825 radio stations. The competition between the radio stations to gain listeners and advertisers is a very heavy. As a result of this competition, management of the radio stations are more focused to reach the target of listeners and advertisers while the internal process performance of the company is often negleted. One of the steps that PRSSNI as a radio media organization has taken is to make a "Standard of properness" to increase the performance of radio stations toward professionalism. The main problem in this study is to know how far the management communication of the radio stations can influence the human resources performance. Another question is, what are the aspects in the management communication that influenced attitude and the human resources performance on the radio stations. Management communication as main concept in this study includes the aspects: management concept, the relation between management and communication, system approach in the management and communication networking, radio communication management, and the human resources performance and attitude. This study analysis factors in the management of the radio company which can influence work mechanism. Communication management is independent variable (X), human resources performance (Y) is dependent variable. Proportionate stratified random sampling is used to get the sample. The sample consisted of 56 radio stations. Results of the test of hypothesises showed that planning, monitoring and evaluating and communication media to influence human resources performance, and then, human resources attitude as for cognitif, afectif and behavioral aspects were positif indicate. Further analysis through cross tabulation has shown criteria cluster of low, medium, and high to performance of RSS and human resources.
Keywords: Management communication, Management, Communication, Attitude, Human resources, Performance.
Tayangan Pornografi, Kekerasan Dan Mistik/Supranatural Di Televisi Cenderung Memotivasi Perilaku Negatif (Studi tentang Persepsi Masyarakat di Makassar dan Bandung)
Masayu S. Hanim
Hasil penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap tayangan yang bertema pornografi, kekerasan dan mistik supranatural memperlihatkan bahwa tayangan tersebut cenderung mengarah pada perubahan perilaku pada kehidupan moral masyarakat. Menurut Klapper (1960) sebagai hasil dari suatu komunikasi pasti ada perbedaan antara konversi, perubahan besar/kecil dan penguatan dari suatu dampak media, atau perubahan yang dikehendaki oleh komunikator/sumber.
Kata Kunci: Tayangan televisi, Perilaku masyarakat.
Peranan Sumber Daya Sosial dalam Mendukung Konservasi Sumber Daya Air Di Jabodetabekpunjur
Henny Warsilah
In the recent year, Indonesia has abig problem on the management of natural resources a cause of the ecology and ecosystem damage, likes: forest burnt; flood; to slide in the some regions and seldom in the resource of water. For this resent, we need reformation for recreate institutions of natural resource to become a new institution with new paradigm: democratic
and prejudiced for public interest not one side for capitalism. After the falling down of New Order regime, we succesful create a social, politic and economic reformations, and we looks the changes of the new politic institution with direct election for choice the presidential and governor in the region level, and the institutions of autonomy region for reduction of regional centralization. But, this reformation not yet prejudiced for natural resource institutions, especially natural water not yet is former. The natural resources institution must be in the direction for share to public interest with fairness and democratic, especially for the people who not have access for manage the natural resource. The point to be change are: Firstly, policy for natural resource (The management of natural resource for local public interest with protection by government, approach ecosystem for natural resource planning in the regional level and ecologic and economic definition for the natural resource advantage). Secondly, in the level institution likes: right for community tradition in the local level; the competence for the government regional for planning and manage the natural resource and, the justice and equality for gender, ethnic in the management on natural resource. For that reason, the social problem to be solved is politic and law justification support; the institutional support on the national and regional level for the reclaiming natural resource by the local people; institutions reformation on the natural resource (UUPA, Forest institutions, Mine UU institutions). This article gives describe the importance of social resource for support the natural resource, especially in the region of Jabodetabekpunjur (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur).
Keyword: Social resource, Natural resource, Jabodetabekpunjur.
Problem Komunikasi Antara Aparat Polri Dan Pengunjuk Rasa Dalam Pengendalian Unjuk Rasa Yang Mengarah Pada Kerusuhan Massa
Ary Wahyono
Tuntutan masyarakat terhadap revitalisasi tugas-tugas Polri semakin meningkat seiring dengan eksistensi Polri "mandiri" yang telah ditegaskan dalam Ketetapan MPR RI No. VIII Tahun 2000. Revitalisasi tugas-tugas Polri tersebut tidak lepas dari kinerja Polri di bidang penegakan hukum yang selalu menjadi sorotan media massa dan masyarakat. Kesalahan, kelalaian, kekurangan atau dampak lain dalam penegakan hukum akan cepat mendapat reaksi masyarakat dan media massa. Tuntutan masyarakat terhadap revitalisasi tugas-tugas Polri merupakan kewajaran pada masyarakat yang selalu mengharapkan hukum sebagai sarana untuk mencari kebenaran, keadilan, dan kepastian hukum.
Kata kunci: Aparat kepolisian, Kerusuhan massa, Unjuk rasa, Pola komunikasi.
Tenaga Kerja Migran Indonesia Dan Isu "Sponsor" Sebagai Mediator Informasi Strategis Dalam Pekerjaan
Soewartoyo
Tenaga kerja yang memiliki latar belakang sosial-ekonomi kurang memadai sering berpotensi terhadap permasalahan, di antaranya adalah mudahnya terjadi tindak eksploitasi baik dari aspek fisik maupun sosial ekonomi. Selain itu, juga sering menimbulkan masalah, seperti perlakuan yang kurang manusiawi, pemerkosaan, pelecehan seksual atau masalah yang terkait dengan hubungan kerja seperti gaji, dan hak-hak ketenagakerjaan bisa saja muncul. Hal ini tentunya akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia sebagai prioritas yang harus mendapatkan perhatian.
Kata kunci: Tenaga kerja, TKI, Informasi, Komunikator.
Provinsi Nusa Tenggara Barat Menghadapi Visit Indonesia Year 2008
Toni Soetopo
Diberlakukannya desentralisasi pemerintahan (otonomi daerah), kabupaten/kota memiliki kewenangan untuk melaksanakan pembangunan dan mengembangkan daerahnya sesuai dengan kemampuan daerah. Selain itu, pemerintah dapat mencari pendapatan asli daerah (PAD) dengan menciptakan berbagai kegiatan ekonomi termasuk kegiatan pariwisata. Pariwisata di NTB merupakan potensi yang memiliki daya tarik utama dalam mendatangkan devisa negara/daerah. Oleh karena pemerintah Provinsi NTB membuat kebijakan pariwisata menjadi sektor unggulan kedua setelah sektor pertanian dan diharapkan dapat menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat mengingat pariwisata memiliki dampak yang sangat luas dalam berbagai kehidupan masyarakat.
Kata kunci: Pariwisata, NTB, Nusa Tenggara Barat, Ekowisata.
Perbandingan Perspektif Disiplin Dan Tradisi Dalam Kajian Komunikasi Antarmanusia
Tuti Widiastuti
Dalam tulisan ini digunakan dua perspektif untuk memahami komunikasi antarmanusia, yaitu perspektif disiplin dan perspektif tradisi. Perspektif disiplin melihat komunikasi antarmanusia berdasarkan akar keilmuannya, misalnya dilihat dari ilmu psikologi, sosiologi, arsitektur, ekonomi, dan sebagainya. Sementara dalam perspektif tradisi upaya yang dilakukan yaitu melihat komunikasi antarmanusia berdasarkan tujuh tradisi atau cara memahami suatu peristiwa komunikasi seperti telah disampaikan oleh Robert T. Craig. Diharapkan dari dua perspektif tersebut akan ada kejelasan mengenai posisi komunikasi antarmanusia dalam khazanah ilmu komunikasi.
Kata kunci: Komunikasi antarmanusia, Perspektif disiplin, Perspektif tradisi