
Pemimpin Umum: Wakil Kepala LIPI. Wakil Pemimpin Umum: Sekretaris Utama LIPI. Pemimpin Redaksi: Kepala BKPI. Wakil Pemimpin Redaksi: Dra. Oemi Atiyah, M.M. Sekretaris Redaksi: Heni Rosmawati, S.Si., M.Si. Pemimpin Produksi: Dra. Sarwintyas Prahastuti. Redaktur: Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A., Drs. Dwi Purwoko, M.Si., APU., Ken Trisno, S.E., M.M., Dra. Till Pardede, Dra. Kasih Rahayu. Staf Redaksi: Tri Budi Iswaryanto, S.S., Dewi Nuryaningsih, B.A., Soeparno, S.Sos, Uus Nandang Iskandar, Dyah Rachmawati, A.Md. Distribusi/Sirkulasi: Soegiarti Soepeno, S.Sos, Dwi Wiyanti, Sri Hustanti. Nara sumber: Drs. Rusdi Muschtar, M.A., APU
Alamat Redaksi: Bagian Hubungan Masyarakat, Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek (BKPI) – LIPI, Widya Graha lt.3, Jl. Jend Gatot Subroto No.10, Jakarta Selatan – Indonesia, Telp. (021) 5251542 ext. 600, Telp./fax. (021) 5221683. Email: murti@lipi.go.id
Penerbit: LIPI Press, anggota Ikapi, Jl. Gondangdia Lama 39, Menteng, Jakarta 10350, Telp. (021) 314 0228, 314 6942. Fax. (021) 314 4591, Email: press@mail.lipi.go.id, lipipress@centrin.net.id; bmrlipi@centrin.net.id
Daftar Isi
Pentingnya Komunikasi Pemerintahan untuk Membangun Kebersamaan dan Kepercayaan
Prof Dr.Sadu Wasistiono, M.S., Dr. Erliana Hasan, M.Si
Konsep klasik komunikasi adalah “mencari kesamaan dalam perbedaan”. Artinya biarkanlah perbedaan itu tetap berbeda namun selalu dalam kebersamaan tujuan, yakni harmonis dalam mencapai apa yang telah disepakati. Implikasi empiriknya adalah bagaimana konsep tersebut dapat diwujudkan secara konkrit dalam konteks kehidupan di era pemerintahan yang menghargai keanegaraman dalam perbedaan dewasa ini. Demikian juga halnya dengan komunikasi yang menjadi makin beraneka ragam dan terus-menerus berubah seirama dengan pengembangan saluran komunikasi itu sendiri, baik berubah dalam persepsi, sikap aspirasi maupun aplikasinya…
Menggagas Komunikasi Antarbudaya dalam Keragaman
Dra. Tuti Widiastuti, M.Si.
Definisi budaya dapat diperoleh dengan cara memahami organisasi sosial. Studi mengenai organisasi sosial difokuskan pada bagaimana aktivitas manusia dikoordinasikan atau diarahkan. Olsen (1978) berpendapat bahwa kehidupan sosial adalah sebuah proses yang secara berkesinambungan diciptakan dan diciptakan ulang sebagaimana individu-individu membawa aturan dan makna kepada kehidupan kolektifnya. Dengan kata lain, seperti juga komunikasi, kehidupan social dinamis merupakan sebuah proses yang sedang terjadi tanpa awal atau tanpa akhir…
Globalisasi Media vs Lokalisasi
Dra. Nina Widyawati, M.Si.
Bagian pendahuluan ini dimaksudkan untuk membahas sistematika penulisan dan pendekatan yang digunakan. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan politik ekonomi
media, yaitu analisis terhadap proses produksi konsumsi dan distribusi sumber daya dan sejumlah kepentingan dalam proses kontrol perjuangan dalam kehidupan sosial (Mosco, 1996). Political Economy terdiri atas berbagai school of thought, yaitu liberal political economy dan critical political economy. Tulusan ini lebih condong ke critical political economy, namun tulisan ini belum secara spesifik merujuk pada pendekatan institusional, marxian atau neomarxian…
Fungsi Public Relations di Perusahaan
Dra. Dewi K. Soedarsono
Istilah public relations (PR) akhirakhir ini sedang populer terutama di kalangan remaja sampai dengan kalangan eksekutif sebagai suatu pekerjaan yang menjanjikan.Tokohnya tampil “keren”, penampilannya selalu “oke” itu adalah gambaran umum sosok public relation. Tuntutan pekerjaan membuat mereka harus selalu nampak menarik. Kata yang empunya pekerjaan di bidang PR, bahwa menjadi seorang praktisi PR ternyata dituntut harus mempunyai kesabaran yang tinggi, dan yang terpenting kuat mental dan jasmani…
Selayang Pandang “Komunikasi Antarpribadi dengan Menggunakan Metode Tatap Muka”
Dra. T. Pardede
Manusia adalah mahkluk hidup ciptaan Tuhan yang senantiasa berkomunikasi. Perkembangan teknologi yang cepat dan semakin canggih, sering kali mengabaikan hakikat komunikasi yang utama, yakni komunikasi antarpribadi melalui tatap muka. Oleh karena itu, pertanyaan utama yang muncul ialah apakah komunikasi tatap muka tidak diperlukan lagi, mengingat teknologi maju yang semakin berkembang belakangan ini memungkinkan manusia untuk berkomunikasi tanpa tatap muka. Lalu, apakah teknologi maju merusak hakikat dari komunikasi itu sendiri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bahan pengkajian dalam tulisan ini…
Urgensi dan Bahaya Pilkada secara Langsung
Syarip Hidayat, Ph.D.
Seiring dengan terpilihnya pasangan SBY-Kalla sebagai presiden dan wakil presiden pada pilpres yang lalu, dan berakhirnya kepemimpinan Mega-Hamzah, maka pada bulan Oktober 2004, pemerintah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menetapkan UU No. 32 Tahun 2004 sebagai pengganti UU No. 22 Tahun 1999. Secara substansial, satu di antara perubahan penting yang telah dilakukan melalui UU No. 32 Tahun 2004 adalah diterapkannya sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung. Dalam rangka minindaklanjuti amanah konstitusi ini maka pemerintah pusat telah memutuskan untuk segera melaksanakan pilkada secara langsung terhitung mulai pertengahan tahun 2005 ini. Adalah sangat dapat dimengerti bila kemudian keputusan pemerintah ini telah disertai oleh pendapat pro dan kontra, khususnya di kalangan pengamat…
Pilkada dan Otonomi Daerah
Temu Peneliti LIPI Dan Pers
Jakarta, 26 Mei 2005
Dr. R. Siti Zuhro, M.A.
Pilkada adalah hal yang pertama kali dilaksanakan dalam sejarah politik Indonesia. Berbeda dengan pemilu presiden/wakil presiden dan wakil rakyat, pilkada secara langsung yang akan dilaksanakan Juni 2005 melibatkan sekitar 226 provinsi dan kabupaten/kota: 11 untuk pemilihan gubernur, 215 untuk pemilihan bupati dan wali kota. Banyaknya pilkada yang diselenggarakan dalam tahun 2005 ini menunjukkan bahwa pilkada akan dilaksanakan di sebagian besar daerah di Indonesia…
Pengembangan Industri Pariwisata dan Isu Ketenagakerjaan: Studi Kasus DI Yogyakarta
Dra. Laila Nagib, M.A., APU
Makalah ini bermaksud untuk menganalisis isu ketenagakerjaan berkaitan dengan pengembangan industri pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam menghadapi peluang dan kendala internal maupun eksternal. Penekanan tulisan pada isu ketenagakerjaan terutama berkaitan dengan penciptaan kesempatan kerja dan peningkatan
kualitas sumber daya manusia (SDM) sehubungan dengan kegiatan pariwisata di daerah tersebut. Informasi yang menjadi dasar tulisan diperoleh dari hasil penelitian lapangan yang dilakukan oleh tim peneliti PPK-LIPI di beberapa daerah pariwisata pada tahun 2002, yang antara lain dilakukan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)…
Pendidikan yang Memfasilitasi Masyarakat dalam Upaya Pelestarian Sumber Daya Laut Indonesia
Irina Refliana, S.E.
Upaya-upaya pelestarian sumber daya laut serta pemanfaatannya secara ramah dan lestari, semakin gencar digulirkan beberapa tahun belakangan. Hal ini diakibatkan kondisi sumber daya laut, utamanya terumbu karang yang merupakan ranah berpijah hayati laut yang paling kaya ragam, semakin terdegradasi oleh ulah manusia. Begitu banyak spesies laut yang satu persatu masuk ke dalam indeks kepunahan atau CITES seperti ikan napoleon, tridacna atau kima, beberapa jenis teripang, menyusul lumbalumba, duyung, dan penyu. Layaknya hutan belantara negeri yang tertantang eksploitasi berlebih, demikian juga laut dengan segenap isinya yang merugi, akibat keserakahan, kebodohan, dan kemiskinan yang melingkar nyaris tanpa akhir. Namun berbagai upaya pelestarian dan pengelolaan tidak dapat menunjukkan hasil konkret dan kasat mata dalam waktu singkat, apalagi investasi terbesar yang ditanamkan adalah pendidikan untuk perubahan perilaku masyarakat…
“Tok-Tok” Lebih Baik daripada “Jaw-Jaw”
Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Generasi Indonesia yang lahir antara tahun 1930-an sampai dengan 1950-an pasti masih ingat lagu “Kalimantan Utara” yang dilantunkan oleh Titiek Puspa. Bait-bait lagu itu begitu menyentuh kalbu dan memberi semangat kepada para anggota ABRI dan sukarelawan yang sedang bertempur di Kalimantan Utara saat politik Konfrontasi Ganyang Malaysia dilontarkan oleh Bung Karno pada 1963–1966. Cobalah simak bait-bait lagunya. “Di keheningan malam ini. Di kesunyian hati. Di kerinduanku begini. Deritaku menanti. Oh Tuhan yang kuasa. Oh lindungilah dia. Pahlawanku di rimba raya. Kalimantan Utara”. Ada pula lagu tentang sukarelawan yang selalu dikumandangkan melalui RRI. Syairnya, “Bulat semangat tekad kita. Barisan sukarelawan Indonesia. Siap bertempur melawan musuh. Siapa maju kita ganyang jadi abu”, mengajak buruh, tani, pemuda dan ABRI untuk maju berlawan untuk tentunya mengganyang Malaysia…