ISSN 0126-1533: MAJALAH tEKNOLOGI INDONESIA Vol. 29, No. 2, 2006

Dewan Redaksi: Totok M. S. Soegandi (Ketua), Tarzan Sembiring (Wakil Ketua), Dyah Hardini (Sekretaris), Anggota : Mochmad Ichwan, Supartono S, Iip Syarif Hidayat, Adiseno, Tigor Nauli, Elan Djaelani, Linar Zalinar Udin, Anny Sulaswatty, Adrin Tohari, Heru Santoso, Kreshna Amurwabumi, Masno Ginting, Rudy Subagja. Redaksi Pelaksana: Agusto W. Martosudirdjo, Kamaludin, Euis Setiawati, Siti Kania Kushadiani, Nanik Supriyanti.

Alamat Redaksi: UPT Balai Informasi Teknologi, Kompleks LIPI Gd. 40, Jl. Cisitu, Sangkuriang Bandung 40135
Telp. (022) 2502832, 2504265

Penerbit: LIPI Press, Anggota Ikapi, Jl. Gondangdia Lama (RP Suroso) No. 39 Jakarta 10350. Telp.: (021) 314–0228, 314–6942. Fax.: (021) 314–4591. e-mail: press@mail.lipi.go.id; bmrlipi@centrin.net.id; lipipress@centrin.net.id; press@lipi.go.id; penerbit@lipi.go.id

Daftar Isi

KAJIAN SIFAT FISIKA DAN KIMIA SERBUK KAYU CAMPURAN SEBELUM DAN SESUDAH DIGUNAKAN SEBAGAI MATRIKS DALAM BIO-TOILET
J. Tri Astuti dan Neni Sintawardani

Abstrak
Telah dikaji sifat fisika-kimia serbuk kayu campuran sebelum (serbuk awal) dan sesudah digunakan sebagai matriks dalam bio-toilet (serbuk residu) dikaitkan dengan tujuan pemanfaatannya sebagai pupuk. Dimasukkan 24 kg serbuk kayu ke reaktor bio-toilet S-15 sebagai matriks. Selama 147 hari penelitian biomassa yang masuk ke dalam reaktor adalah 29.685 kg urin segar (»1.633 kg BK) dan 128.790 kg feses segar (»34.773 kg BK), berasal dari 10 pengguna bio-toilet. Dalam sistem ini feses dan urine akan didekomposisi oleh bakteri aerob menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) yang akan terevaporasi keluar, sedangkan N, P, K, dan produk mineralisasi lainnya tetap tinggal dan terakumulasi dalam matriks serbuk kayu. Selama penelitian kadar air dijaga konstan 40-60%. Mikser diatur berputar 15 menit sekali selama 2 menit; 1 menit searah dan 1 menit berlawanan arah jarum jam, dan exhaust fan dioperasikan kontinu agar kondisi tetap aerob. Heater mati pada 2 bulan pertama dan nyala pada 2 bulan terakhir. Data menunjukkan adanya reduksi ukuran partikel akibat gesekan, baik antara partikel dengan mikser maupun antar partikel. Fraksi massa partikel 32-200 mesh (0.074-0.495mm) pada serbuk residu 55%, lebih tinggi dibanding awal (27%). Struktur serbuk kayu menjadi rusak akibat gesekan. Water Holding Capacity serbuk kayu meningkat dari 2.22 menjadi 2.42 ml/gBK. Bulk density meningkat dari 0.171 menjadi 0.263 g BK/ml. pH stabil » 7. C/N ratio turun tajam dari 485 ke 18. Kadar N, P, dan K meningkat dari 0.11; 0.07 ; dan 0.13 menjadi 1.01 ; 0.61 ; dan 0.78% BK. Kadar N-NH4 dan N-NO3 mengalami peningkatan menjadi 0.137 dan 0.228% BK. Dapat disimpulkan serbuk kayu campuran dapat dipakai sebagai matriks dalam bio-toilet selama 4 bulan. Serbuk residu bersifat remah, daya absorbsi air dan udara cukup tinggi, pH netral, dan kadar NPK cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tanah.

Kata Kunci: Bio-toilet, Dekomposisi, Feses, Urine; Serbuk kayu, Sifat fisika-kimia, Pupuk.

ALIRAN RENDAH SEBAGAI INDIKATOR FUNGSI HIDROLOGI DAERAH ALIRAN SUNGAI
M.R. Djuwansah

Abstrak
Kesesuaian rasio aliran rendah terhadap luah total aliran sungai (BF/TF) dianalisis untuk penggunaannya sebagai indikator fungsi hidrologi daerah aliran sungai (DAS). Suatu DAS dinyatakan memiliki fungsi hidrologi yang baik apabila berperan baik dalam meredam lonjakan fluktuasi aliran permukaan setelah turunnya hujan dan dapat menstabilkan serta mempetahankan besarnya luah aliran di musim kering. Studi dilakukan melalui analisis fluktuasi luah sungai (Hidrograf) pada pada 17 sub DAS di Jawa Barat dengan karakteristik fisik yang beragam. Rasio BF/TF pada berbagai sub-DAS yang dipelajari bervariasi antara 35 s/d 90%. Rasio BF/TF Sungai Cikapundung memperlihatkan penurunan sebesar 10% pada perioda 1980 s/d 2005. Parameter aliran rendah dapat dipakai sebagai indikator ketersediaan sumber daya air, baik sebagai parameter perbandingan antara satu sub-DAS dengan sub-DAS lainnya, maupun sebagai indikator kerusakan dan perbaikan fungsi hidrologi pada suatu sub-DAS.

Kata Kunci: Indeks, Fluktuasi, Luah, Fungsi hidrologi, Daerah aliran sungai, Aliran rendah, Klassifikasi.

PENENTUAN ENDAPAN VOLKANIK KUARTER BERDASARKAN ANALISIS CITRA LANDSAT DAN ANOMALI BOGUER GRAVITASI
Karit L. Gaol dan Dadan D. Wardana

Abstrak
Penafsiran citra landsat dan anomali gravitasi telah dilakukan untuk mempelajari endapan volkanik kuarter di daerah Garut. Studi kasus ini mencitrakan satuan lingkup pengendapan batuan volkanik yang diduga tersusun oleh endapan volkanik hasil gunung api, baik endapan langsung sebagai batuan piroklastik maupun tidak langsung. Hasil analisis citra landsat Band 4, 5, dan 7 bahwa satuan endapan volkanik dapat dipetakan serta pola kelurusan struktur yang berarah barat laut-tenggara dan barat daya-timur laut dapat diidentifikasi. Sementara data anomali gravitasi menunjukkan bahwa adanya perbedaan kontras rapat massa batuan ditandai dengan anomali rendah antara 2.1- 2.4 gr/cm3 dan anomali tinggi antara 2.9-3.0 gr/cm3, sehingga perbedaan endapan volkanik muda dengan tua tampak dengan jelas. Anomali sisa hasil penafsiran polinomial orde satu menunjukkan bentuk morfologi bawah permukaan yang didominasi anomali tinggi diduga berperan sebagai kontrol struktur. Begitu juga hasil studi model 2D anomali gravitasi menunjukkan variasi ketebalan batuan endapan volkanik muda sekitar 1 km yang umumnya menutupi lapisan permukaan dan endapan volkanik tua sekitar 4 km menempati lapisan bawahpermukaan dapat teridentifikasi dengan baik.

Kata Kunci: Citra Landsat, Anomali Bouguer Gravitasi, Endapan volkanik kuater

STUDI PELARUTAN BIJIH EMAS SUKABUMI SELATAN MENGGUNAKAN LARUTAN NATRIUM SIANIDA
Achdia Supriadidjaja

Abstrak
Pelindian bijih emas menggunakan larutan sianida dilakukan terhadap delapan sampel bijih dari Sukabumi Selatan. Tujuannya adalah untuk mempelajari sifat mineral dalam bijih terhadap kelarutan emas. Sebanyak 500 gram dari setiap contoh yang sudah dihaluskan dilarutkan selama 24 jam dalam gelas kimia 2.000 ml dengan menggunakan larutan natirum sianida (NaCN) berkekuatan 5gr/kg. Perbandingan berat bijih terhadap larutan sianida adalah 1 :1, kecepatan pengadukan 60 putaran per menit pada pH 10 dan perolehan emas dijadikan sebagai tolok ukur. Hasil pengujian pelindian menunjukkan bahwa perolehan emas dari Cikokot adalah sebesar 85,30% dengan konsentrasi sianida sisa sebesar 612 ppm dan konsentrasi oksigen 6,38 ppm. Sebaliknya, perolehan emas lebih kecil dari 80% pada bijih dari Cimulang, Cimanggu-3, Cijiwa, Cimanggu-2, Cimanggu-1, Cijambrong, dan Pasir Manggu Timur.

Kata Kunci: Bijih emas, Sianidasi, Perolehan, Sukabumi Selatan

EFEK ADITIF 3Al2O3.2SiO2 DAN SUHU SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK KERAMIK á-Al2O3
IP. Sebayang, Anggito P. Tetuko, Deny K., Muljadi, Masno Ginting

Abstrak
Telah dilakukan pembuatan keramik á-Al2O3 dengan variasi penambahan aditif mullite (Al2O3.2SiO2) dan suhu sintering. Preparasi serbuk 3Al2O3.2SiO2 diperoleh dari perbandingan 2 mole silika (SiO2) dan 3 mole alumina (Al2O3), digiling dengan menggunakan ball mill selama 24 jam dan dibakar pada suhu 1300oC. Selanjutnya masing-masing serbuk alumina ditambahkan 10, 15, 20 dan 25% (berat) 3Al2O3.2SiO2, diayak hingga lolos 200 mesh, dikeringkan pada suhu 110°C, dicetak dengan tekanan 50 MPa dan disintering pada suhu 1300, 1400, 1.500 dan 1.600°C. Karakterisasi yang dilakukan meliputi pengukuran: densitas, porositas, kekerasan (Hv), kuat patah, koefisien ekspansi termal, dan analisis struktur mikro dengan menggunakan XRD dan SEM. Kondisi optimum diperoleh pada penambahan aditif 20% (berat) 3Al2O3.2SiO2 dan suhu sintering 1.600°C, menghasilkan karakteristik sebagai berikut: densitas = 3,47 g/cm3, porositas = 0,64%, kekerasan = 1454 kgf/mm2, kuat patah = 313 MPa, dan koefisien ekspansi termal = 6,3 x 10-6 oC-1. Hasil analisis struktur mikro menunjukkan bahwa fasa dominan adalah corundum (á-Al2O3) mempunyai bentuk partikel bulat dengan grain size sekitar 0,3-0,8 ¼m dan fasa minor adalah mullite (Al2O3.2SiO2), bentuk partikel seperti jarum dengan grain size sekitar 0,3-3,0 ¼m.

Kata Kunci: Mullite, Kekerasan , Alumina ,Silika, Ball mill

IDENTIFIKASI SISTEM PARAMETER DINAMIS UNTUK FURNIS METAL-BLOCK HASIL RANCANG BANGUN
Demi Sutraprawata, Adi Santoso, Arjon Turnip

Abstrak
Untuk mengkalibrasi skala ukur yang mampu telusur sebuah thermometer yang memiliki rentang ukur di atas 100°C, diperlukan suatu media sumber panas yang stabil. Telah dilakukan rancang bangun sebuah furnis metal-block dengan daya terpakai kurang dari 600 watt yang mampu membangkitkan panas pada daerah ukur 100°C sampai 500°C. Furnis ini terbuat dari bahan seperti serbuk magnesium oxide (MgO) sebagai penghantar panas antara kawat pemanas listrik yang terbuat dari kawat nichrome (NiCr) dengan tembaga silinder pejal sebagai metal-block atau equalizing block dan ceramic wool sebagai isolator panas. Selanjutnya terhadap furnis metal-block ini dilakukan estimasi parameter dinamika sistemnya. Dalam penelitian ini, estimasi parameter dilakukan dengan menggunakan teknik identifikasi berdasarkan data pengukuran masukkan dan keluaran secara off-line. Struktur model linier yang digunakan adalah model ARX dan ARMAX. Setelah proses validasi dilakukan, model ARMAX menghasilkan model terbaik untuk furnis metal-block yaitu model proses orde 3 dengan kesalahan prediksi terestimasi sebesar ±0,03°C pada tingkat ketelitian sebesar 95% terhadap data hasil pengukuran. Model terbaik hasil identifikasi ini dianggap memuaskan sebagai model pendekatan objektif.

Kata Kunci: Furnis metal-block, Estimasi parameter, Identifikasi sistem, Termometer, Standar, Kalibrasi.

ANALYSIS OF MULTICRYSTALLINE SILICON SOLAR CELL PROCESS USING PC-1D PROGRAM
Ika Ismet, Shobih, Erlyta S.R., P. Sagala, A. Wahid

Abstrack
The results on the development of multicrystalline silicon solar cells using sprayed phosphoric acid for emitter formation and screen printed metallization are presented. The typical efficiency of the cell is about 8.5 %. The contribution factors in decreasing of the efficiency was analysed by PC-1D program. It was found that the series resistance is the dominant factor which reduces the efficiency more than 30 % compared to the cell with the default parameter. The other important factors are the bulk lifetime which contributes to reduce the efficiency of about 11 %, while the coverage area and the shunt resistance have a little influence on reducing the efficiency of the cell.

Keywords: Multicrystalline silicon, Solar cell, Solar module.

Abstrak
Hasil pengembangan sel surya silikon multikristal menggunakan spray asam fosfat untuk pembentukan emitter dan metalisasi dengan cara sceen printing disajikan di sini, menghasilkan efisiensi sel sekitar 8,5 %. Faktor-faktor yang berkontribusi mengurangi efisiensi dianalisis dengan program PC-1D. Diperoleh hasil bahwa tahanan seri merupakan faktor yang dominan dan berpengaruh terhadap penurunan efisiensi lebih dari 30% dibandingkan dengan sel yang menggunakan parameter default. Faktor-faktor penting lainnya adalah bulk lifetime yang berkontribusi mengurangi efisiensi sekitar 11%, sedangkan daerah cakupan (coverage) dan tahanan shunt tidak begitu berpengaruh terhadap pengurangan efisiensi.

Kata Kunci: Silikon multikristal, Sel surya, Modul surya.

Keterangan:
Buku ini dapat diperoleh di toko-toko buku terkemuka,
atau dapat menghubungi :
Yayasan Obor Indonesia
Jl. Plaju No.10 Jakarta 10230
Telp. (021) 31926378, 3920114
Faks. (021) 31924488
Email : yayasan_obor@cbn.net.id