ISSN 0126-1533: MAJALAH tEKNOLOGI INDONESIA Vol. 31 No. 1, 2008

Dewan Redaksi: Totok M. S. Soegandi (Ketua), Tarzan Sembiring (Wakil Ketua), Dyah Hardini (Sekretaris), Anggota : Mochmad Ichwan, Supartono S, Iip Syarif Hidayat, Adiseno, Tigor Nauli, Elan Djaelani, Linar Zalinar Udin, Anny Sulaswatty, Adrin Tohari, Heru Santoso, Kreshna Amurwabumi, Masno Ginting, Rudy Subagja. Redaksi Pelaksana: Sarwintyas Prahastuti, Euis Setiawati, Siti Kania Kushadiani, Nanik Supriyanti, Junaedi M

Alamat Redaksi: UPT Balai Informasi Teknologi, Kompleks LIPI Gd. 40, Jl. Cisitu, Sangkuriang Bandung 40135
Telp. (022) 2502832, 2504265

Penerbit: LIPI Press, Anggota Ikapi, Jl. Gondangdia Lama (RP Suroso) No. 39 Jakarta 10350. Telp.: (021) 314–0228, 314–6942. Fax.: (021) 314–4591. e-mail: press@mail.lipi.go.id; bmrlipi@centrin.net.id; lipipress@centrin.net.id; press@lipi.go.id; penerbit@lipi.go.id

Daftar Isi

PEMBUATAN LOGAM NIKEL DARI NIKEL MATTE DENGAN CARA ELEKTROLISIS DALAM LARUTAN ELEKTROLIT NIKEL KHLORIDA
Rudi Subagja

Abstrak
Percobaan untuk membuat logam nikel dari nikel matte, telah dilakukan dengan cara elektrolisis nikel matte dalam larutan elektrolit nikel khlorida. Variabel percobaan meliputi konsentrasi nikel didalam larutan elektrolit yang divariasikan dari 40–80 g/l, suhu larutan elektrolit divariasikan dari 29oC–60oC, pH larutan elektrolit divariasikan dari 1,88–2,6 dan rapat arus katoda divariasikan dari 1,25–2,2 amper/dm2. Pada percobaan ini konsentrasi asam borak di dalam larutan elektrolit dibuat konstan yaitu sebesar 10 g/l. Hasil percobaan memperlihatkan efisiensi arus pengendapan nikel di permukaan katoda meningkat apabila a) konsentrasi nikel di dalam larutan elektrolit dinaikan dari 40 g/l menjadi 80 g/l, b) suhu proses elektrolisis dinaikan dari 29o C sampai 60o C, c) pH larutan elektrolit diturunkan dari 2,6 menjadi 1,88 , dan d) rapat arus dinaikan dari 1,25 amper/dm2 menjadi 2,2 amper/dm2. Logam nikel yang dihasilkan dari proses elektrolisis nikel matte mempunyai kemurnian 99,8%.

Kata Kunci: Nickel matte, Elektrolisis, Efisiensi arus

PENGARUH ELITISASI PADA KINERJA GENETIC ALGORITHM-GOLDEN RATIO UNTUK PENJEJAKAN KARAKTERISTIK LINEAR TRANSDUSER
Purwowibowo

Abstrak
Telah dilakukan studi pengaruh elitisasi untuk meningkatkan kinerja genetic algorithm-golden ratio. Algoritma ini digunakan untuk melakukan penjejakan kurva karakteristik linier transduser, dimana pencarian parameter monomial setiap segmen dilakukan oleh genetic algorithm sedangkan segmentasi sepanjang transduser menggunakan nilai golden ratio. Dari percobaan diperoleh bahwa elitisasi 10% memberikan kinerja paling optimal dimana nilai root mean square 3,31 kali lebih kecil dan standar deviasi 31,74 kali lebih baik dibandingkan dengan nilai rata-ratanya.

Kata Kunci: Algoritma genetika, Rasio emas, Elitisasi, Linear transduser.

ANALISA KINERJA TEKNIK PENGKODEAN VIDEO H.264/AVC
Arief Suryadi S, Dinda Karmilasari dan Rustini S. Kayatmo

Abstrak
H.264/AVC (Advanced Video Coding) merupakan standar pengkodean video terbaru yang tujuan utamanya adalah untuk menghasilkan tingkat kompresi tinggi sekaligus mampu diaplikasikan pada berbagai macam jaringan dan layanan seperti video telephony, storage, broadcast dan streaming. Untuk menjawab kebutuhan ini, H.264/AVC mendesain Video Coding Layer (VCL) untuk merepresentasikan data video secara efisien dan Network Abstraction Layer (NAL) untuk memformat representasi VCL agar sesuai dengan berbagai macam transport layer. Tulisan ini membahas tentang analisa kinerja pengkodean video H264/AVC dan dibatasi pada video coding layer. Parameter kinerja yang dibahas adalah segmental PSNR, karakteristik bit rate terhadap PSNR, dan pengaruh beberapa mode pengkodean pilihan.Hasil percobaan menunjukkan kinerja teknik pengkodean H.264/AVC memberikan hasil yang berbeda-beda untuk tiap-tiap video sequence yang berbeda. Teknik pengkodean ini memberikan hasil yang sangat baik yaitu nilai PSNR yang tinggi dan bit rate yang rendah pada video sequence dengan karakteristik pergerakan yang tidak banyak. Video sequence jenis ini biasa digunakan untuk aplikasi videoconference dan videophone.

Kata Kunci: Pengkodean video, H.264/AVC, VCL, PSNR, Bit rate

VALUATION BOARD MICROCONTROLLER 16 BIT eCOG1 UNTUK MEMPERCEPAT PEREALISASIAN SUATU PRODUK YANG AKAN DIPASARKAN
Rietje Yunaningsih Yuwono

Abstrak
Tujuan dari pemakaian board evaluasi microcontroller 16 bit eCOG1 adalah mempercepat pengembangan suatu produk yang berintikan microcontroller , dimana compiler C, simulator maupun emulator telah dirancang agar memenuhi kebutuhan perancang untuk dapat merealisasi produk akhir yang akan dipasarkan. Perangkat lunak dikembangkan di personal computer menggunakan bahasa C dengan standar ANSI sehingga dapat ditemukan dan diperbaiki kesalahan yang dilakukan bila program itu tidak jalan, bila program sudah berjalan baik, program tersebut di unduh ke flash eprom yang berada di target (board evaluasi microcontroller 16 bit eCOG1) dan program dijalankan di target yang sesungguhnya dengan bantuan emulator. Akan dibahas tahapan yang dilakukan beserta fasilitas penunjang yang tersedia baik perangkat keras maupun perangkat lunak pada board evaluasi microcontroller 16 bit eCOG1 yang sudah dirancang khusus sehingga memungkinkan pemakaian semua fungsi yang tersedia di dalam microcontroller eCOG1. Personal computer dihubungkan ke port paralel ICE (In Circuit Emulator) dari board evaluasi microcontroller 16 bit eCOG1.

Kata Kunci: Board evaluasi, microcontroller 16 bit eCOG1, compiler C, Simulator, Emulator, In circuit emulator

GRID BROKER; COMPARISON OF GRIDBUS AND NIMROD/G
Andria Arisal

Abstrak
Grid adalah kata yang menjadi tren baru di komunitas ilmu komputer dan rekayasa. Grid diharapkan bisa menjadi suatu solusi infrastruktur sistem komputer terdistribusi untuk komputasi yang lebih maju. Terdapat beberapa aplikasi pengatur (broker) yang telah dikembangkan untuk mendukung teknologi baru ini. Tulisan ini mendiskusikan Globus toolkit sebagai dasar untuk pengembangan sistem grid, yang kemudian membandingkan dua sistem pengatur (broker) yaitu Gridbus dan Nimrod/G. Kedua sistem tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan dalam memberikan dukungan penuh untuk sistem grid.

Kata Kunci: Grid, Globus toolkit, Gridbus, Nimrod/G, broker

KLONING GEN DAN PROSES PRODUKSI a-AMILASE EKSTRASELULER
S. Pudjiraharti

Abstrak
Pada penelitian ini, gen a-amilase B. licheniformis diklon dan diekspresikan ke dalam sel inang Bacillus subtilis ISW1412. Proses kloning diawali dengan amplifikasi gen a-amilase pada kromosom kemudian di klon menggunakan sel inang E. coli JM 109 dengan vektor pGemT. Hasil uji pemotongan dengan berbagai enzim restriksi menunjukkan telah diperoleh klon yang mengandung plasmid yang membawa sisipan gen a-amilase (pGA). Pada proses subkloning menggunakan vektor pHY300PLK dan sel inang E. coli strain DH5a diperoleh 4 buah klon yang diperkirakan memiliki plasmid rekombinan pHY300PLK yang membawa sisipan gen a-amilase (pHA). Transformasi sel inang B. subtilis ISW1412 dengan pHA menghasilkan sekitar 20 koloni yang diduga membawa pHA. Uji aktifitas enzim a-amilase transforman memperlihatkan transforman 14 (T14) menghasilkan aktifitas tertinggi sekitar dua kali lipat aktifitas a-amilase wild type. T14 selanjutnya digunakan untuk produksi enzim a-amilase secara fermentasi cair skala labu kocok menggunakan berbagai jenis sumber nitrogen dan karbohidrat. Fermentasi menggunakan empat jenis sumber nitrogen yaitu pepton, NH4Cl, (NH4)2SO4, dan NaNO3, memberikan aktifitas unit tertinggi (130 unit/ml) pada fermentasi menggunakan pepton 0,3 % setelah 48 jam inkubasi. Sedangkan fermentasi menggunakan berbagai jenis sumber karbohidrat seperti dekstrin, glukosa, inulin, amilum dan sukrosa, menghasilkan aktivitas unit maupun aktivitas spesifik tertinggi pada fermentasi menggunakan dekstrin 0,1 % masing-masing 292 unit /ml dan 274,4 unit/mg protein, yang diperoleh setelah 72 jam inkubasi.

Kata Kunci: a-amilase, kloning, B. licheniformis, B. subtilis, fermentasi

STUDI BIOAKTIVITAS DARI PENGARUH LIPOFILISITAS SENYAWA ANTIKANKER ANALOG UK-3A SECARA IN-VITRO DAN IN-SILICO
Husniati, Endang Saepudin, dan Muhammad Hanafi

Abstrak
2-Hidroksi-N-oktilbenzamida adalah senyawa analog UK-3A yang diperoleh dari modifikasi gugus aktif senyawa UK-3A induk. Senyawa analog ini disintesis dari reaksi amidasi asam karboksilat dengan amina primer. Bioaktivitas senyawa analog diuji secara in vitro terhadap sel kanker Murine leukemia P-388 menggunakan metode MTT (3-(4,5-dimetiltiazo-2-il-)2,5-difeniltetrazolium bromida. Hasil uji sitotoksik senyawa analog dalam menghambat pertumbuhan sel kanker diperoleh aktivitas lebih tinggi dari pada senyawa induk, UK-3A, dilihat dari IC50 nya=7,5mg/ml sedangkan UK-3A=38mg/ml. Melalui studi in-silico, evaluasi lipofilisitas senyawa analog tersebut memberikan nilai log P mendekati optimal sesuai aturan Lipinski dari senyawa kimia yang berfungsi sebagai obat , yaitu log P= 2,13.

Kata Kunci: UK 3-A, analog UK-3A 2-Hidroksi-N-oktilbenzamida, Antikanker, in-vitro, in-silico

MENURUNKAN NILAI KESADAHAN MELALUI PENYARINGAN DENGAN PASIR KUARSA, CONTOH AIR PADALARANG BANDUNG
Dadan Suherman

Abstrak
Air sadah konsentrasi tinggi (>350 mg/l CaCO3) tidak bisa langsung digunakan sebagai air minum, keperluan rumah tangga, ataupun industri, karena CaCO3 yang terkandung di dalamnya memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan, alat rumah tangga, maupun peralatan industri terutama industri yang menggunakan ketel uap. Untuk mengatasi hal itu telah dilakukan penelitian menurunkan kesadahan melalui penyaringan dengan pasir kuarsa. Guna meningkatkan efisiensi penurunan, maka dilakukan penelitian dengan cara meningkatkan nilai pH air sadah hingga pH 10, juga dilakukan percobaan penyaringan terhadap air sadah dengan pH alami (7,2). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penyaringan air sadah pada pH 7,2 memberikan efisiensi penurunan kesadahan 8,74 % (konsentrasi CaCO3 361,88 mg/l turun hingga 327,64 mg/l), pada pH 9,0 efisiensi penurunan 43,47% (konsentrasi CaCO3 361,88 mg/L turun hingga menjadi 204,58 mg/L), dan pada pH 10,0 effisiensi 92,00 % (konsentrasi CaCO3 361,88 mg/l turun hingga menjadi 28,95 mg/l). Kondisi pH yang memungkinkan diterapkan di lapangan adalah pada pH 9, karena filtrat hasil penyaringan menunjukkan pH 8,2. Sedangkan filtrat pada pH 10 menujukkan pH 9,8 sehingga perlu diproses terlebih dahulu guna mencapai pH yang memenuhi persyaratan air minum ataupun air untuk industri.

Kata Kunci: Air sadah, Penyaringan, Pasir kuarsa, Efisiensi penurunan kesadahan.

Keterangan:
Buku ini dapat diperoleh di toko-toko buku terkemuka,
atau dapat menghubungi :
Yayasan Obor Indonesia
Jl. Plaju No.10 Jakarta 10230
Telp. (021) 31926378, 3920114
Faks. (021) 31924488
Email : yayasan_obor@cbn.net.id