
Dewan Redaksi: Totok M. S. Soegandi (Ketua), Tarzan Sembiring (Wakil Ketua), Dyah Hardini (Sekretaris). Anggota: Mochmad Ichwan, Supartono S, Iip Syarif Hidayat, Adiseno, Tigor Nauli, Elan Djaelani, Linar Zalinar Udin, Anny Sulaswatty, Adrin Tohari, Heru Santoso, Kreshna Amurwabumi, Masno Ginting, Rudy Subagja. Redaksi Pelaksana: Agusto W. Martosudirdjo, Kamaludin, Euis Setiawati, Siti Kania Kushadiani, Nanik Supriyanti.
Alamat Sekretariat Redaksi: UPT Balai Informasi Teknologi, Kompleks LIPI Gd. 40, Jl. Cisitu, Sangkuriang Bandung 40135, Telp. (022) 2502832, 2504265
Publisher: Balai Media dan Reproduksi (LIPI Press), Jl. Gondangdia Lama No. 39 Jakarta 10350, Telp. (62-21) 3140228, 3146942, Fax. (62-21) 3144591, Email: press@mail.lipi.go.id; bmrlipi@centrin.net.id; lipipress@centrin.net.id
Daftar Isi
Oil Derivatives in Water Bodies and Sediments of East Kalimantan
Ambar Susilorukmi, L. Sriwuryandari and T. Sembiring
Abstract
To study oil spill distribution on public services location surrounded to oil exploration or oil tanker transportation area, some samples originated from Mahakam Delta and beach of East Kalimantan were analyzed. Geographical position of each sampling point was determined by using GPS (Global Position System). Water and sediment samples were both collected from each of sampling point and than analyzed on physic, chemistry, and microbiology. The average temperature was around 28.5–32°C and acidity was around neutral (pH = ±7). Meanwhile, dissolved oxygen was lower than normal level for living organisms. Each of water and sediment sample contained total oil extracted of 50-2650 and 280–4806.07 mg/l, respectively. That level was much more higher than National Regulation (PP No. 20, 5 Juni 1990) for drinking water and fishery. Oil derivatives of aromatic compounds were detected from all of samples. In addition, microorganism population inhibiting in all of sample was very scarce.
Keywords: Water body, Sediment, Oil derivative, East Kalimantan, Delta Mahakam, National Regulation
Abstrak
Untuk mempelajari penyebaran cemaran minyak di fasilitas umum yang terletak di sekitar tempat eksplorasi minyak dan lalu lintas kapal tanker, beberapa sampel yang berasal dari Delta Mahakam dan pantai Kalimantan Timur dianalisis. Posisi geografis tiap-tiap titik sampling dideterminasi dengan menggunakan Global Position System (GPS). Sampel air dan sedimen diambil dari tiap-tiap titik sampling dan selanjutnya dianalisis secara fisik, kimia, dan mikrobiologi. Kisaran temperatur rata-rata adalah 29–32°C dan tingkat keasaman adalah sekitar pH netral (pH = ±7). Nilai kelarutan oksigen (DO) lebih rendah daripada batas normal yang diperlukan untuk kehidupan organisme. Setiap sampel air dan sedimen mengandung total minyak terekstraksi, berturut-turut sebesar 50–2650 dan 280–4806.07 mg/l. Nilai tersebut jauh lebih tinggi daripada ambang batas yang ditetapkan pemerintah (PP No. 20, 5 Juni 1990) untuk kebutuhan air minum dan perikanan. Senyawa turunan minyak berupa senyawa aromatik terdeteksi pada semua sampel. Selain itu, populasi mikroorganisme dalam semua sampel sangat sedikit ditemukan.
Kata kunci: Badan air, Sedimen, Senyawa turunan minyak, Kalimantan Timur, Delta Mahakam, Peraturan pemerintah.
Neraca Air Spasial di Bagian Hulu DAS Citarum Sebagai Basis Data Anggaran Air
M. R. Djuwansah dan Ida Narulita
Abstract
Spatial Water balance of the Upper Citarum Watershed have beed developed in order to asses the carrying capacity of the area for the purposes of water resources management. This area is considered as the most degraded area in point of view of water resources in Indonesia due to the high population density and their intensive activity. For this kind of area, more precise and measurable land and water resources allocation is indispensable and water budget approach looks suitable for both water resources and land use management. Monthly water balance calculation was carried out using Thornwaite method. Input data used were climatic data recorded at 11 stations within the sub-watershed, Landsat image derived existing land-use map and soil map. Spatial distribution for every water balance thematics was plotted on 1:50 000 scaled topographic map as a base map using GIS software. Spatial monthly water balance can be used as distributed monthly water budget data base for the studied area, and further can be used for the purpose of water resources management evaluation and planning.
Keywords: Spatial water balance, Citarum watershed, Thornwaite method, Water budget
Abstrak
Neraca air spasial daerah hulu DAS Citarum telah dikembangkan dalam rangka mengkaji daya dukung sumber daya air daerah tersebut untuk kegunaan pengelolaan sumber daya air. Daerah ini dianggap sebagai daerah yang paling terdegradasi dari sisi sumber daya air karena tekanan jumlah penduduk dan aktivitasnya yang intensif. Untuk daerah dengan permasalahan seperti ini maka pengalokasian sumber daya air yang lebih rinci dan terukur amat diperlukan dan pendekatan anggaran air tampak cocok diterapkan untuk mengelola sumber daya air dan lahan. Perhitungan neraca air bulanan dilakukan dengan metoda Thornwaite. Data input yang dipergunakan adalah hasil pencatatan iklim pada 11 stasiun yang tersebar di dalam sub-DAS, Peta penggunaan lahan hasil penafsiran Citra landsat dan Peta Tanah. Penyebaran spasial setiap tematik neraca air diproyeksikan pada peta topografi skala 1:50 000 sebagai peta dasar dengan menggunakan perangkat lunak SIG. Neraca air spasial bulanan dapat digunakan sebagai basis data anggaran air terdistribusi dalam suatu sub-DAS yang dipelajari dan dapat dimanfaatkan lebih jauh dalam evaluasi dan perencanaan pengelolaan sumber daya air.
Kata kunci: Neraca air spasial, DAS Citarum, Metode Thornwaite, Anggaran air
Penggunaan Kultur Mikroorganisme Campuran untuk Bioeliminasi Cemaran Minyak pada Skala Semi Pilot
Lies Sriwuryandari dan Ambar Susilorukmi
Abstract
Oil spill bio-elimination on semipilot scale (500 l) was studied by applying of soil enrichment culture to degrade diesel oil, which was used as a model of oil spill. Experiment was performed at room temperature (28°C) and pH 7 in a cylinder bioreactor made of polypropilen container with effective volume of 400 liter. A compressor was used for oxygen supply to have dissolved oxygen of about 8 mg/l. Meanwhile to support the growth of microorganism, nitrogen source was added to have ratio about C/N = 1/15, in addition of 3 % NaCl as simulation for sea water. Reduction of oil concentration was monitored by extraction of oil disolving in medium microscope observation during incubation.It was shown that oil concentration was eliminated from 20.000 mg/l to 266, 25 mg/l . during 72 days incubation and acidity medium was changed to pH 3-4. Microscope observation demonstrated that microbial population were dominated by rod-shape bacteria and fungi.
Keywords: Biodegradation, Oil spill, Diesel oil, Microorganism, Fungi, Elimination
Abstrak
Telah dilakukan percobaan biodegradasi minyak diesel secara batch dengan menggunakan enrichment culture pada skala semipilot (500 l). Sebagai substrat dimasukkan minyak diesel sehingga diperoleh konsentrasi 20.000 mg/l pada media. Percobaan dilakukan di dalam reaktor yang terbuat dari bahan polipropilen dengan volume efektif 400 l. Ditambahkan aerasi dengan menggunakan kompresor sehinggga diperoleh kelarutan oksigen sekitar 8 gr/l . Koordinasi reaktor dioperasikan pada suhu kamar (28°C) dan pH 7. Untuk men-support pertumbuhan mikroorganisme ditambahkan sumber N untuk mendapatkan rasio akhir sebesar C/N = 1/15, selain itu NaCl 3% sebagai simulasi kondisi air laut. Dalam penelitian ini diamati perubahan kelarutan minyak di dalam air. Dari percobaan tersebut diperoleh .bahwa kelarutan tertinggi terjadi setelah 73 hari inkubasi. Pada pH medium 3–4 konsentrasi minyak, diperoleh sebesar 266.25 mg/l dari konsentrasi awal sebesar 20.000 mg/l. Pengamatan mikroskopis menunjukkan bahwa banyak ditemukan bakteri dominan berbentuk batang dan kapang.
Kata kunci: Biodegradasi, Oil spill, Minyak diesel, Mikroorganisme, Kapang, Eliminasi
Pembuatan Magnet Permanen Isotropik Berbasis Nd-Fe-B dan Karakteristiknya
Masno Ginting, Muljadi, Perdamean Sebayang
Abstract
Fabrication and characterization of permanent magnet isotropic base on Neodymium Iron Boron (Nd-Fe-B) with composition Nd = 33,20 % weight, Fe = 65,87 % weight, B = 0,93 % weight by powder technique with firing at 700°C without oxygen has been made. Powder of alloy Nd-Fe-B was formed into tablet form and followed by sintering process at 900°C ,and 1000°C without oxygen. Characterization that has been made to all samples are phase analysis with X-Ray Diffraction, measurement of physical characteristics ( density and porosity ), and magnetics flux density using gaussmeter. Characterization with X-Ray, powder of alloy Nd-Fe-B that having the dominant phase is Nd2Fe14B with minor phase of α-Fe . After sintering process , the diffraction pattern remain the same as before . The sample highest density of 6,05 g/cm3 , porosity of 11,22 %, and magnetic flux density of 470 gauss was obtained at sintering temperature of 1000°C.
Keywords: Permanent magnet, Rare earth magnet, Sintering, Magnetic flux density, Powder technique, Isotropic magnet.
Abstrak
Telah dilakukan pembuatan dan karakterisasi magnet permanen isotropik berbasis Neodymium Iron Boron ( Nd-Fe-B ) dengan komposisi Nd = 33,20 % berat, Fe = 65,87 % berat, B = 0,93 % berat melalui teknik serbuk dengan pembakaran suhu 700°C pada atmosfer tanpa oksigen. Serbuk dari paduan logam Nd-Fe-B dicetak dalam bentuk pellet dan dilanjutkan proses sintering pada suhu 900°C ,dan 1000°C dengan atmosfer tanpa oksigen. Karakterisasi yang dilakukan terhadap sampel yang dibuat antara lain adalah analisa fasa dengan difraksi sinar X, pengukuran sifat fisis (densitas dan porositas), serta kerapatan kuat medan magnet dengan Gaussmeter. Karakterisasi dengan difraksi sinar X diperoleh bahwa serbuk paduan Nd-Fe-B yang memiliki fasa dominan adalah Nd2Fe14B dengan fasa minor α-Fe. Setelah proses sintering pola difraksinya tidak mengalami perubahan. Densiti tertinggi sampel sebesar 6,05 g/cm3 , porositas 11,22%, serta kuat medan magnet sebesar 470 Gauss diperoleh pada suhu sintering 1000°C.
Kata kunci: Magnet permanen, Alloy tanah jarang magnet , Sintering, Kerapatan kuat medan Magnet, Teknik serbuk, Isotropik magnet
Perancangan dan Pembuatan Power Combiner pada Rentang Frekuensi 470 MHz – 862 MHz
Rustini S Kayatmo, Yuyu Wahyu, Mohamad Haris Fathina
Abstract
Power combiner is an important subsystem of transmitter equipment. It is used to combine two power input from the input port [1]. It requires a certain technical specification such as the insertion loss should be very low, while the isolation between ports should be very high.
In this research a power combiner in the frequency band 470 MHz – 862 MHz is designed. This frequency band is intended to be used in the UHF TV transmitters. Wilkinson method is applied and microstrip technology is implemented. Theoretical design is optimised using Ansoft Designer Student Version software.
From the measurement, maximum return loss of the power combiner at –16.389 dB is obtained, this figure is lower than it is ascertain in the design which is –16 dB. Maximum return loss in the output port is –17.726 dB. It is higher than it is ascertain in the design specification which is –18 dB. VSWR in the input port is 1.357:1, lower than the value in the design specification which is 1.3767:1, VSWR in the output port is 1.299 : 1, higher than the value in the design specification which is 1.28805 : 1. The maximum insertion loss is 0.1472 dB, lower than in the design specification which is 0.2 dB. Isolation between ports is 18.679 dB, higher than the value in the design specification which is 17 dB. It can be concluded that this design is applicable.
Keywords: Bandwidth, Insertion loss, Isolation, Wilkinson method, Microstrip, Power combiner, Return loss, VSWR
Abstrak
Power combiner merupakan bagian penting dari sistem pemancar. Alat ini gunanya untuk menggabungkan daya yang masuk melalui beberapa input port-nya (1). Power combiner membutuhkan spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi, seperti insertion loss yang harus dibuat serendah mungkin, sementara isolasi antar input port harus setinggi mungkin.
Dalam penelitian ini direalisasikan power combiner yang bekerja pada rentang frekuensi 470 MHz – 862 MHz. Rentang frekuensi tersebut dipilih karena direncanakan akan digunakan untuk pemancar TV. Power combiner tersebut dirancang dengan menggunakan metode Wilkinson dan direalisasikan dengan menggunakan teknologi microstrip. Perancangan dilakukan secara teoretis dan dioptimalisasi dengan menggunakan software Ansoft Designer Student Version.
Dari hasil pengukuran, return loss maksimum di input port adalah -16.389 dB, nilai ini lebih rendah daripada spesifikasi perancangan awal yang bernilai -16 dB. Return loss maksimum di output port adalah -17.726 dB, nilai ini lebih tinggi daripada spesifikasi perancangan awal yang bernilai -18 dB. VSWR maksimum 1.357 : 1 di input port, lebih rendah daripada spesifikasi awal yang bernilai 1.3767 : 1. Di output port VSWR maksimum adalah 1.299 : 1, lebih tinggi daripada spesifikasi awal yang bernilai 1.28805 : 1.
Loss yang disebabkan insertion loss, maksimum 0.1472 dB,. nilai ini lebih rendah daripada spesifikasi perancangan awal yang bernilai 0.2 dB. Isolasi antara input port adalah 18.679 dB. Nilai yang didapat juga lebih tinggi daripada spesifikasi perancangan awal yang bernilai 17 dB. Dari hasil pengukuran tersebut dapat disimpulkan bahwa perancangan tersebut dapat digunakan.
Kata kunci: Bandwidth, Insertion loss, Isolasi, Metode Wilkinson, Microstrip, Power combiner, Return loss, VSWR
Analisis Prototipe Sarana Uji Motor DC
Tri Admono, Pudji Irasari
Abstract
This paper discusses the research activity on constructing test equipment for DC motor which is going to be integrated in an electric vehicle. The parameters measured are: voltage, current, rotation and temperature. The measurement method for current a 5Ω resistance is used, for rotation an optocoupler is used and for temperature an NTC is used. The performance of the prototype is tested in the laboratory by performing measurement of parameters of a fan’s motor and the result is presented in the form of RPM as a function of voltage.
Keywords: Test equipment, DC motor, Voltage, Current, Rotation, Temperature
Abstrak
Paper ini membahas kegiatan penelitian tentang rancang bangun sarana uji motor DC yang akan diintegrasikan dalam mobil listrik. Beberapa parameter yang diukur adalah tegangan, arus, putaran dan temperatur. Metode pengukuran arus menggunakan sensor tahanan 5Ω, pengukuran putaran menggunakan optocoupler, dan temperatur menggunakan NTC. Unjuk kerja prototip diuji di laboratorium dengan cara melakukan pengukuran parameter motor kipas angin dan hasilnya disajikan dalam bentuk RPM sebagai fungsi tegangan.
Kata kunci: Sarana uji, Motor DC, Tegangan, Arus, Putaran, Temperatur
Analisis Prototipe Generator Kecepatan Rendah untuk Pembangkit Listrik Skala Kecil
Pudji Irasari, Nurafni Dwi Hidayati
Abstract
This paper discusses the result of “Construction of Low Speed Generator for Small Scale Power Plant” research. The purpose of this research is to lower or even to omit the losses of mechanical transmission system. The rotation of generator is designed to be low to meet wind turbines or low head water turbines speed. The specification of generator is 3 kW, 220 V, 12 poles, 500 rpm, with permanent magnet of Barium Ferrite with flux density of 600 Gauss. The calculation is done using MS Excel. Most of the main components are made at the Research Center for Electrical Power and Mechatronics, including rotor, shaft, and casing, whereas the stator is obtained from the market. The permanent magnet is made in collaboration with Research Center for Electronics and Telecommunication of LIPI. The design is validated by testing the prototype and analyzed to know the generator performance.
Keywords: Generator, Permanent magnet, Low speed, Design, Prototype
Abstrak
Paper ini membahas hasil kegiatan penelitian “Rancang Bangun Generator Kecepatan Rendah untuk Pembangkit Listrik Skala Kecil”. Tujuan penelitian adalah untuk mengurangi atau bahkan meniadakan rugi-rugi pada sistem transmisi mekanik. Putaran generator dibuat rendah untuk menyesuaikan dengan kecepatan turbin angin atau turbin air head rendah. Spesifikasi generator adalah 1 fasa, 3 kW, 220 V, 12 kutub, 500 rpm dengan magnet permanen Barium Ferrit dengan kerapatan flux magnet sebesar 600 Gauss. Perancangan dilakukan menggunakan perhitungan biasa (MS Excel). Sebagian besar komponen utama dibuat di Puslit Telimek, meliputi rotor, poros, dan casing, sedangkan stator diperoleh di pasaran. Untuk magnet permanen pembuatannya dilakukan bekerja sama dengan Puslit Elektronika dan Telekomunikasi LIPI. Hasil rancangan divalidasi melalui pengujian prototipe dan dianalisis untuk mengetahui prestasi generator.
Kata kunci: Generator, Magnet permanen, Kecepatan rendah, Rancangan, Prototipe
Keterangan:
Buku ini dapat diperoleh di toko-toko buku terkemuka,
Atau dapat menghubungi:
Yayasan Obor Indonesia
Jl. Plaju No. 10 Jakarta 10230
Telp. (021) 31926978, 3920114
Faks. (021) 31924488
Email: yayasan_obor@cbn.net.id