ISSN 0126-1533: Jurnal Teknologi Indonesia, Vol. 28, No. 2, 2005

Dewan Redaksi: Totok M. S. Soegandi (Ketua), Tarzan Sembiring (Wakil Ketua), Dyah Hardini (Sekretaris). Anggota: Mochmad Ichwan, Supartono S., Iip Syarif Hidayat, Adiseno, Tigor Nauli, Elan Djaelani, Linar Zalinar Udin, Anny Sulaswatty, Adrin Tohari, Heru Santoso, Kreshna Amurwabumi, Masno Ginting, Rudy Subagja. Redaksi Pelaksana: Agusto W. Martosudirdjo, Kamaludin, Euis Setiawati.

Alamat Sekretaris Redaksi: UPT Balai Informasi Teknologi, Kompleks LIPI Gd. 40, Jl. Cisitu, Sangkuriang, Bandung 40135, Telp.: (022) 2502832, 2504265

Publisher: LIPI Press, member of Ikapi. Jl. Gondangdia Lama No. 39, Menteng, Jakarta 10350, Indonesia; Phone: +62 21 3140228, 3146942. Fax.: +62 21 3144591. Email: press@mail.lipi.go.id, bmrlipi@centrin.net.id, lipipress@centrin.net.id


Daftar Isi

Fluorescence in Situ Hybridization using 16S rRNA-Targeted Oligonucleotide Determines of the Identified Syntrophic Substrate Oxidizing Anaerobes
Ambar Susilorukmi

Abstract
Fluorescence in situ hybridization (FISH) was employed to elucidate of mesophilic (35°C) and thermophilic (55°C) syntrophic substrate oxidizing anaerobes, individually. The whole microbe cell was visualized in a wet amount of each enrichment culture with substrate of benzoate, ethanol and propionate, separately. Targeted cells, which determined previously by 16S rRNA-cloning analysis as the dominant microbe, were hybridized in situ by employing the specific 16S rRNA-tergeted oligonucleotide probes. In situ hybridization with known syntrophic oligonucleotide probes reveal the clearly syntrophic cells hybridized as the dominant cell growth in culture, such as Desulfovibrio, Geobacter-like cells. For specific detection of the new identified syntrophic anaerobes-like cells, the specific oligonucleotide probes were designed. The new probes were designed for the new cluster of phylum Firmicutes, obtained from mesophilic benzoate and thermophilic ethanol culture, individually. Additionally, the probe for the new mesophilic syntrophic propionate-oxidizing anaerobe, was also designed. These study revealed the detection of the probe reacted cell as the dominant cell in culture.

Keywords: Fluorescence in situ hybridization (FISH), Determination, Distribution, Mesophilic, Thermophilic, Syntropic, Anaerobe, Oligonucleotide probe, Dominant


Biokonversi Senyawa Isoflavonoida oleh Rhizopus Oryzae L16 pada Hasil Fermentasi Kedelai
Yetti Mulyati Iskandar, Sri Priatni

Intisari
Rhizopus oryzae L16 sebagai penghasil isoflavon aglikon dapat digunakan sebagai inokulum tempe . Pengamatan meliputi pengaruh Rhizopus oryzae L16 terhadap produk biokonversi isoflavon glukosida menjadi isoflavon aglikon dalam proses fermentasi tempe dan fermentasi air garam. Secara umum kapang Rhizopus sp berperan penting dalam proses fermentasi kedelai dan menghasilkan enzim ß-glukosidase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rhizopus oryzae L16 yang digunakan sebagai inokulum pada proses fermentasi tempe memiliki aktivitas spesifik enzim ß-glukosidase tertinggi sebesar 2.356 Unit/mg protein. Pada fermentasi tauco dalam air garam pada minggu ke-4, kandungan isoflavon aglikon tertinggi daidzein diperoleh sebesar 4.244 mg per 100 g bahan bebas lemak, genistein 12.110 mg per 100 bahan bebas lemak. Kadar faktor 2’ tertinggi pada fermentasi tauco dalam air garam diperoleh pada minggu ke-7, yaitu sebesar 59.20 mg/L. Sementara kecap asin berturut-turut mempunyai kadar daidzein sebesar 11.978 mg per 100 g bahan bebas lemak dan genistein 33.730 mg per 100 g tempe rendah lemak.

Kata kunci: Rhizopus oryzae L16, Daidzein, Genistein, Faktor 2’


Uji Performance dan Opacity Motor Bakar Diesel 4 Silinder 2500 CC dengan Menggunakan Bahan Bakar Biodiesel Crude Palm Oil (CPO)
Achmad Praptijanto, Widodo Budi Santoso, Arifin Nur,Yan Irawan

Intisari
Penelitian dan pengembangan produk hilir kelapa sawit yang salah satunya adalah penelitian tentang bahan bakar dengan basis sawit (biodiesel) merupakan salah satu topik penelitian yang sangat penting, mengingat Indonesia mempunyai cadangan bahan baku pembuat bahan bakar biodiesel-CPO yang besar dan belum termanfaatkan secara optimal. Penelitian ini adalah penelitian skala laboratorium yang bertujuan untuk memperoleh data karakterisasi uji prestasi motor diesel 4 silinder 2500 CC dengan turbocharger dengan material uji bahan bakar biodiesel-CPO. Bahan bakar biodiesel yang dipakai pada penelitian ini dengan perbandingan biodiesel dan solar sebesar 30-70 persen (B30), 50-50 persen (B50), 70-30 persen (B70), dan 100-0 persen (B100). Penurunan torsi dan daya terjadi pada 2100 rpm ke atas.
Penambahan kandungan biodiesel dalam campuran bahan bakar meningkatkan harga BSFC pada berbagai komposisi campuran biodiesel–CPO berkisar 3.06 persen sampai 13.13 persen Indicated Spesific Energy Consumption (ISEC) sangat dipengaruhi oleh nilai kalor bahan bakar, semakin besar nilai kalor bahan bakar maka ISEC semakin kecil dan sebaliknya. Opacity yang dihasilkan biodiesel CPO 100 persen sebesar 10 persen dibandingkan dengan solar yang mencapai 30.2 persen

Kata kunci: Uji performance , Opacity , Motor bakar diesel, Biodiesel


Kajian Pencemaran Udara Akibat Emisi Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta
Aep Saepudin, Tri Admono

Intisari
Telah dilakukan pengukuran tingkat emisi beberapa kendaraan, beberapa bahan bakar dan pengamatan di beberapa stasiun pemantau polusi pada daerah padat kendaraan. Dari data yang dikumpulkan dan analisa menunjukkan bahwa kendaraan bermotor di Jakarta yang emisi gas buangnya di atas ambang batas cukup besar, yaitu sekitar 36.6Polutan HC, NO, NO2 , SO2 dan SPM rata-rata terakumulasi di atas pukul 14.00 setiap harinya untuk stasiun Casablanca, sedangkan untuk stasiun Thamrin polusi udara terakumulasi pada jam-jam padat kendaraan (pukul 07.00 dan 17.00), misalnya kadar polutan HC mencapai puncak pada pukul 23.00 malam sekitar 5 ppm (ambang batasnya 0.24 ppm/3jam), kadar NO mencapai puncak pada pukul 22.00 malam sekitar 0.315 ppm (ambang batasnya 0.05 ppm/24 jam), kadar NO2 mencapai puncak pada pukul 22.00 malam sekitar 0.315 ppm (ambang batasnya 0.21 ppm), kadar SO2 mencapai puncak pada pukul 16.00 sekitar 0.042 ppm (ambang batasnya 0.34 ppm), dan kadar polutan SPM mencapai puncak pada pukul 06.00 dan pukul 17.00 sekitar 0.22 mg/m3 (ambang batasnya 0.18 mg/m3 ).

Kata kunci: Emisi, Kendaraan bermotor, Pencemaran, DKI Jakarta


Digital Tachometer Berbasis Mikrokontroler 8031
M. Willem Pate, John P. Kaunang, Kusnandar

Intisari
Telah dibuat pengontrol mikro 8031, sebagai pengukur kecepatan perputaran angin atau digital tachometer . Data berupa pulsa yang dihasilkan oleh kecepatan putaran kemudian diolah dengan perangkat lunak dan disimpan dalam EPROM. Batas pengukuran dari 0 hingga 1000 RPM ( Rotation Per Minute ) selanjutnya ditampilkan pada peraga 7 segmen.

Kata kunci: Tachometer , EPROM, Optocoupler


Atomic Short Range Order (ASRO) Paduan PT-14,4 N dengan Metode Difraksi Sinar-X
Timbangen Sembiring

Intisari
Intensitas hamburan difusi atomik dari kristal tunggal kubik pusat muka ( face centered cubic, fcc ) Pt-14,4 at. n telah diukur dengan menggunakan difraksi sinar-X. maksimum intensitas difusi pada ½½½ dan posisi-posisi ekuivalennya terlihat di samping maksimum intensitas pada 100 dan posisi-posisi ekuivalennya pada pola difraksi. Parameter Warren-Cowley orde jangkauan pendek atomik ( atomic short range order parameters ), almn , telah dihitung. Sedikitnya, 21 parameter almn dibutuhkan untuk mendapatkan kedua jenis maksimum difusi. Panjang korelasi diperoleh sekitar 14 Å, yang menunjukkan bahwa fluktuasi lokal akibat struktur tipe ABC 6 masih terjadi pada keadaan tak-teratur ( disordered state ) dari sampel of Pt-14,4 at. n.

Kata Kunci: Pt-14,4 at. n, ASRO, XRD, Pemanasan, Struktur ordo ABC 6


Pemanfaatan Metode Controlled Source Audio-Frequency Magnetotelluric (CSAMT) untuk Pendugaan Litologi dan Struktur Bawah Permukaan Daerah Prospek Panas Bumi Kompleks Candi Gedongsongo Bagian Utara
Febty Febriani, Wahyudi, dan Imam Suyanto

Intisari
Daerah Gedongsongo merupakan daerah panas bumi yang paling utama di daerah prospek panas bumi Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan litologi dan struktur bawah permukaan Gunung Ungaran yang berhubungan dengan panas bumi Gunung Ungaran berdasarkan data resistivitas atau konduktivitas batuannya. Penelitian ini dilakukan di daerah utara kompleks Candi Gedongsongo dengan menggunakan metode Controlled Source Audio-frequency Magnetotelluric (CSAMT). Penentuan data resistivitas batuan semu dilakukan dengan menggunakan alat Stratagem versi 26716-01 Rev. D, sedangkan pengukuran data posisi seluruh titik pengukuran dilakukan dengan menggunakan GPS yang dilengkapi dengan pesawat penerima Trimble Navigation 4000SSE single frequency dan antena jenis GPSurvey model 4600LS internal. Hasil interpretasi dengan menggunakan program IPI_MTS, IPI2Win ver 2.0 dan Surfer Version 8.0 menunjukkan bahwa litologi bawah permukaan Gunung Api Ungaran terdiri dari material dengan harga resistivitas sangat rendah ( ? < 10 Om) yang diperkirakan merupakan batuan penudung bagi sistem panas bumi Ungaran, material dengan harga resistivitas rendah ( ? = 10 - 100 Om) dan sedang ( ? = 100 - 1000 Om) diperkirakan merupakan batuan reservoar panas bumi Ungaran dan material dengan harga resistivitas tinggi ( ? > 1000 Om). Material dengan harga resistivitas tinggi yang terdapat di atas lapisan batuan penudung diperkirakan adalah produk vulkanik yang berupa batuan andesit yang belum mengalami alterasi, sedangkan material dengan harga resistivitas tinggi yang terdapat di bawah lapisan reservoar diperkirakan merupakan sumber panas bagi sistem panas bumi Ungaran. Selain itu, juga terlihat adanya pola penyebaran zona konduktif ke arah barat daya dan di selatan daerah penelitian yang diperkirakan berhubungan dengan sistem sesar regional daerah Ungaran dan sesar turun Panjang.

Kata kunci: Gedongsongo, Panas bumi, Resistivitas batuan, Sesar, CSAMT