ISSN 0126-3579: KOROSI, Majalah Ilmu dan Teknologi, Vol. 14, No. 1, 2005

Pemimpin Umum: Kepala Puslit Metalurgi-LIPI. Wakil Pemimpin Umum: Kabid Konservasi Bahan. Dewan Redaksi: Prof. Dr. Adyana, APU, Dr. Ir. A. Sulaiman, Dr. Ir. Bambang Widyanto, Dr. Ir. Isdiriayani Nurdin, Ir. Eddy Dwi Tjahjono, Dr. Ir. Djusman Sajuti, Drs. Iing Musalam, Ir. Ronald Nasoetion, M.T., Drs. Sundjono, Ir. Harini, Ir. Budi Priyono, Ir. Harsisto, M.Eng. Redaksi Pelaksana: Ir. To’at Nursalam, Bahari B.E. Sekertariat: Drs. Eddy Mistam, M.M., Drs. Gufron Tarafi

Alamat Redaksi: Gedung 474 Puslit Metalurgi-LIPI. Kawasan Puspiptek, Cisauk 15314-Tangerang. Telp. (021) 7560911, 7560562 ext. 3253. Fax. (021) 7560553. Email: redaksikorosi@yahoo.com

Publisher: LIPI Press, member of Ikapi. Jl. Gondangdia Lama No. 39, Menteng, Jakarta 10350, Indonesia; Phone: +62 21 3140228, 3146942. Fax.: +62 21 3144591. Email: press@mail.lipi.go.id, bmrlipi@centrin.net.id, lipipress@centrin.net.id


Daftar Isi

Penelitian Karakteristik Korosi Atmosfer di Daerah Pantai Utara Jakarta
Iing Musalam dan Ronald Nasoetion

Intisari
Penelitian korosi atmosfer di daerah Pantai Utara Jakarta dilakukan di tiga lokasi, yaitu di atas Kapal Baruna Jaya VII dan di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI di daerah Ancol. Logam uji yang dipasang pada ketiga lokasi tersebut berturut-turut adalah logam baja karbon, tembaga, aluminium, baja lapis seng, dan kuningan. Laju korosi diukur berdasarkan kehilangan berat dan tingkat korosivitas lingkungan mengacu pada standar ISO 9223. Dari ketiga lokasi tersebut, lokasi Kapal Baruna Jaya VII termasuk kategori C5 (sangat tinggi), sedangkan di lokasi Pusat Penelitian Oseanografi termasuk kategori C4 (tinggi).

Kata kunci: atmosfer, lingkungan, korosi, korosivitas, laju korosi.


Karakterisasi Awal Kegagalan Material Baja Karbon Rendah Akibat Korosi Atmosfer di Lingkungan Industri
Gadang Priyotomo

Intisari
Komponen-komponen baja karbon rendah yang berbentuk lembaran pelat dengan kadar karbon 0,0147% wt sering mengalami kegagalan korosi setelah proses produksi dan penyimpanan sementara sebelum diproses pengecatan. Karakterisasi dilakukan dengan mengidentifikasi secara visual mikroskop optik dan SEM. Hasil indentifikasi memperlihatkan dua jenis kegagalan, yaitu korosi sumuran dan korosi merata. Produk hasil korosi mengandung ion klorida hingga 2,47% wt, dan sisa oli hasil produksi dengan kadar karbon di permukaan baja hingga 38,99% wt. Kerusakan lokal akibat pengerjaan mekanis pada lapisan protektif dan tidak adanya unsur krom dapat mempercepat terjadinya korosi di lingkungan industri.

Kata kunci: baja karbon rendah, korosi sumuran, korosi atmosfer, SEM, EDS


Penentuan Rapat Arus pada Proses Electroplating dari Larutan Zn dan Ni-Zn dengan Hull Cell
Ronald Nasoetion, S. Juhanda, dan Jesse GP Nasution

Intisari
Proses electroplating merupakan salah satu cara pengendalian korosi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan rapat arus yang tepat pada pemakaian larutan Zn dan Ni-Zn dengan menggunakan Hull Cell. Dari penelitian untuk keempat jenis larutan A, B, C, dan D, didapat rapat arus untuk larutan A adalah 1,5-3 A/dm2, larutan B adalah 2,5-5 A/dm2, larutan C adalah 0,75-1 A/dm2 dan larutan D adalah 10-12 A/dm2. Keempat jenis larutan inilah yang akan digunakan untuk meningkatkan ketahanan korosi logam.

Kata kunci: electroplating, pengendalian korosi, Hull Cell, rapat arus, ketahanan korosi


Pengaruh Inhibitor Molibdat pada Korosi Baja Karbon di Lingkungan Larutan Beton Artifisial
Hartati Soeroso, Bintoro S., To’at Nursalam, dan Teguh Tjahjono

Intisari
Seiring dengan meningkatnya pembangunan nasional pada infrastruktur beton bertulang, dilakukan penelitian pengaruh inhibitor molibdat pada korosi baja karbon di lingkungan larutan beton artifisial. Masalah utama akibat timbulnya korosi pada baja tulangan adalah karena produk korosi dapat menimbulkan penambahan volume baja menjadi 10 kali lipat. Adanya penambahan volume ini akan menyebabkan peretakan dan perapuhan beton yang pada akhirnya akan menjadikan kerusakan fatal pada infrastruktur beton. Hasil penelitian yang menggunakan metode polarisasi, menunjukkan bahwa korosi logam baja dalam larutan beton artifisial larutan Ca(OH)2 jenuh yang ditambah 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, dan 200 ppm inhibitor Na2MoO4, menunjukkan laju korosi sebesar 6,95 mpy; 2,0 mpy; 0,88 mpy; dan 2,73 mpy. Efisiensi inhibisi tertinggi yang bisa dicapai adalah 87,4% pada penambahan inhibitor 100 ppm Na2MoO4. Sementara 100 ppm inhibitor Na2MoO4 pada kondisi lingkungan korosif yang mengandung 20 gr/l NaHCO3 dengan variasi 1%, 2%, dan 3% NaCl dapat menahan laju korosi sampai 0,321 mpy, 0,758 mpy, dan 0,919 mpy. Efisiensi inhibitor Na2MoO4 tertinggi (44,18%) dicapai pada media yang mengandung 2% NaCl.

Kata kunci: larutan beton artifisial, baja tulangan, inhibitor korosi, efisiensi, polarisasi, klorida


Dampak Kualitas Air Sebelum dan Setelah Pengolahan Eksternal terhadap Korosi dan Pembentukan Kerak pada Unit Heat Exchanger Sirkulasi Terbuka
Sundjono dan Iing Musalam

Intisari
Telah dilakukan penelitian pengaruh kualitas air sebelum dan setelah pengolahan eksternal air baku dari Waduk Jatiluhur terhadap korosi beberapa jenis baja karbon A179, C1045, A 192, dan A 515-70 pada variasi temperatur 32,37 dan 50°C dengan metode polarisasi, dan prediksi kecenderungan pembentukan kerak dari hasil analisis air. Pengambilan sampel air dilakukan pada bulan Mei 2001 dan September 2001. Dari hasil analisis sampel air baku menunjukkan ada perubahan derajat indeks kejenuhan (RSI/LI) antara sampel 1 dan 2 sebelum dan setelah pengolahan eksternal. Harga RSI > 6 atau LI > 0,2 mengindikasikan bahwa air baku dari Waduk Jatiluhur bersifat korosif. Karakteristik air setelah pengolahan eksternal relatif lebih bersifat korosif daripada air baku. Dari hasil penelitian korosi menunjukkan bahwa material logam dari unit heat exchanger baja karbon A179 relatif lebih tahan terhadap korosi dibandingkan dengan baja karbon dari corrosion coupon C1045, A 192, dan A 515-70. Laju korosinya dipengaruhi oleh kualitas air, temperatur, komposisi dan strukturmikro, serta proses fabrikasi logam.

Kata kunci: kualitas air, korosi, kerak, pengolahan, heat exchanger

Keterangan:
Jurnal ini dapat diperoleh di toko-toko buku terkemuka.
Alamat untuk Berlangganan:
Yayasan Obor Indonesia
Jl. Plaju No. 10 Jakarta 10230
Telp. (021) 31926978, 3920114
Faks. (021) 31924488
Email: yayasan_obor@cbn.net.id